
ayodepo.com - Manchester United mendapat kabar menggembirakan. Edinson Cavani sudah menyelesaikan hukuman larangan bertanding dan siap dimainkan kembali.
Cavani dijatuhi sanksi larangan bermain oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA) setelah dinyatakan bersalah atas tindakan rasialisme. Penyerang Uruguay itu dianggap rasis lantaran menuliskan kata 'Negrito' ketika membalas komentar penggemar di media sosial. Tindakan kontroversial Cavani itu dilakukan setelah MU menang 3-2 atas Southampton di Premier League pada akhir November 2020. Dalam pertandingan tersebut, dia mencetak dua gol kemenangan Setan Merah. Alhasil, Edinson Cavani dihukum larangan bertanding selama tiga pertandingan, yang berlaku sejak duel MU kontra Aston Villa pada 1 Januari 2021. Dia tak tampil saat MU tumbang 0-2 dari Manchester City di Piala Liga Inggris (6/1), serta dalam duel melawan Watford (9/1) di Piala FA, yang berakhir dengan kemenangan Setan Merah 1-0.Pasaran Bola
Kini, Cavani telah menjalani sanksi larangan bertanding di tiga pertandingan yang dijatuhkan kepadanya. Striker 33 tahun itu pun dapat bermain lagi ketika MU bersua Burnley di Premier League, Rabu (13/1). Ole Gunnar Solskjaer selaku manajer Manchester United menyambut gembira atas berakhirnya sanksi Cavani. Pria Norwegia itu pun dapat menurunkan kembali striker andalannya tersebut dalam persaingan merebut titel Liga Inggris.
"Edinson telah berlatih dengan baik ketika dirinya dihukum. Dia juga libur beberapa hari, tentu saja - anda tak bisa latihan terlalu banyak," kata Solskjaer, dikutip dari Sky Sports.
Dia kini siap buat bermain lagi, dia bisa memberi kami opsi yang berbeda. Dia tipe striker yang berbeda dari Mason (Greenwood), Anthony (Martial) dan Marcus (Rashford), jadi saya senang dia kembali. Itulah kenapa kami membelinya. Dia berkontribusi sangat baik sejauh ini dan saya yakin dia akan menjadi sangat penting buat kami saat ini hingga akhir musim. Kami merasa musim ini baru dimulai besok malam, tuturnya.
Edinson Cavani menjadi pemain yang direkrut Manchester United secara gratis pada awal musim ini. Dia sudah tampil 14 kali dan mengoleksi empat gol dan dua assist.Berita bola terlengkap
Dalam hal ini, Cavani juga mendapatkan pembelaan dari Asosiasi Sepakbola Uruguay. Asosiasi Sepakbola Uruguay (AUF) menilai Edinson Cavani tak melakukan tindakan rasialisme. Mereka berharap sanksi penyerang Manchester United ini dicabut. Cavani dijatuhi hukuman larangan bermain tiga laga oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA) setelah dinyatakan bersalah melakukan tindakan rasialisme. Penyerang asal Uruguay ini dianggap rasis setelah menuliskan kata 'Negrito' saat membalas komentar di akun media sosialnya.
Hal tersebut dilakukan Cavani sesuai Manchester United menang 3-2 atas Southampton bulan lalu. Dalam laga tersebut, mantan penyerang Napoli tersebut menjadi pahlawan kemenangan Setan Merah dengan mengemas dua gol. Sanksi Cavani ini menimbulkan banyak perdebatan akibat bias makna dari kata 'Negrito'. Di Inggris, kata tersebut memang dianggap ejekan untuk orang kulit hitam.Promo deposit hingga 50%
Namun di Uruguay, Negrito adalah sapaan untuk orang-orang terdekat. Berdasar dari hal tersebut, Asosiasi Sepakbola Uruguay (AUF) menilai Edinson Cavani tidak melakukan tindakan rasis. Mereka yakin penyerang 33 tahun ini tak punya niat untuk merendahkan orang lain. Maka dari itu, AUF berharap FA meninjau kembali sanksi untuk penyerang 33 tahun ini. National Academy of Letters of Uruguay mengungkapkannya dengan sangat jelas dalam pernyataan resmi yang dikeluarkannya, dengan eksplisit, di antara argumen lain, sebagai berikut:
"Dalam ragam bahasa Spanyol di Uruguay, misalnya untuk pasangan dan teman atau antara orang tua dengan anak, Anda dapat mendengar dan membaca kata seperti gordis, gordito, negri, negrito / a. Faktanya, orang yang dipanggil dengan kata ini tidak harus kelebihan berat badan atau memiliki warna kulit gelap," bunyi penggalan pernyataan AUF.
"Ini berhubungan dengan rasa terima kasih yang ingin disampaikan Cavani kepada orang Uruguay yang dikenalnya dekat. Jelas, pemberian sanksi Cavani tak mempertimbangkan analisa soal ini. Hal tersebut menghadirkan ketidakadilan untuk orang yang sebenarnya tidak berperilaku buruk."
Edinson Cavani sendiri memilih untuk pasrah menyikapi sanksi yang dijatuhkan FA kepadanya. Ia memutuskan untuk tidak mengajukan banding. Hukuman ini membuat penyerang 33 tahun ini harus absen membela MU saat bertemu Aston Villa (2/1/2021), Manchester City (7/1), dan Watford (10/1).Nonton bola online
Link Alternatif: www.ayodepo.com