
ayodepo.com - Laju buruk Real Madrid menggoyang kursi pelatih Zinedine Zidane. Mantan kiper top Madrid Iker Casillas meyakini bahwa Zidane masih pelatih yang tepat.
Zidane sedang di bawah tekanan setelah Madrid dibekap Shakhtar Donetsk 0-2 di Liga Champions, tengah pekan ini. Kekalahan tersebut mengancam kelolosan Los Blancos ke fase knock out karena mereka kini bertengger di peringkat ketiga dengan tujuh poin, sama dengan Shakhtar di atasnya dan tertinggal satu poin dari Borussia Moenchengladbach di posisi teratas.
Nasib Real Madrid akan ditentukan di matchday terakhir saat menjamu Gladbach di Stadion Alfredo Di Stefano sepekan lagi.Pasaran Bola
Sementara itu Madrid juga tidak cukup meyakinkan di LaLiga usai tertinggal tujuh poin dari Real Sociedad di puncak klasemen, dan enam poin dari Atletico Madrid di urutan kedua. Madrid bahkan sudah tidak menang di tiga pertandingan liga terakhirnya ketika digasak Valencia 4-1, ditahan Villarreal 1-1, dan dipermalukan tim gurem Deportivo Alaves 1-2.
Belakangan beredar rumor kalau Zidane akan dievaluasi serius oleh manajemen Madrid apbila Karim Benzema cs tidak segera menang. Zidane disebut-sebut menghadapi tiga pertandingan ke depan yang berpotensi menentukan masa depannya. Iker Casillas pernah berbagi ruang ganti dengan Zidane selama musim di Madrid saat masih aktif bermain. Pemilik julukan San Iker itu percaya, Zidane bisa mengembalikan Los Blancos ke jalur kemenangan.
"Madrid sekarang bergantung pada diri sendiri di Liga Champions dan liga masih cukup seimbang... ini adalah sebuah musim yang sangat berbeda," ungkap dia dilansir Football-Espana dari AS. "Zidane itu seorang pelatih yang mengagumkan."
"Dia adalah seorang teman yang baik dan akan melakukan segalanya yang memungkinkan agar Madrid berada di posisi terbaik. Anda memang tidak bisa hidup di masa lalu, tapi dia punya hak untuk mendapatkan kepercayaan dari kita," simpul Casillas berkomentar tentang masa depan Zidane.Berita bola terlengkap
Posisi Zinedine Zidane tengah digoyang menyusul performa payah Real Madrid. Tiga pertandingan berikutnya bisa menentukan nasib Zidane.
Real Madrid terancam gagal lolos ke fase knock-out Liga Champions usai kalah 0-2 dari Shakhtar Donetsk, Rabu (2/12/2020) dini hari WIB. Persaingan di Grup B berjalan ketat dan kelolosan akan ditentukan pada pertandingan terakhir. Los Blancos ada di urutan ketiga dengan tujuh poin, satu poin di belakang Borussia Moenchengladbach dan kalah head to head dari Shakhtar Donetsk di urutan dua. Inter Milan juga masih punya peluang dengan koleksi lima poin alias hanya satu kemenangan dari Gladbach.
Buat Madrid, kekalahan dari Shakhtar adalah yang kedua beruntun setelah dari Alaves di LaLiga akhir pekan lalu. Dalam lima pertandingan terakhir seluruh ajang, Sergio Ramos dkk hanya menang sekali, sekali imbang, dan tiga kali tumbang.Promo deposit hingga 50%
Di Liga Spanyol, Madrid memang ada di posisi empat, tapi hasil-hasil sejauh ini sudah mengecewakan. Dari 10 pertandingan, baru 17 poin dikoleksi hasil lima kemenangan dan dua kali imbang, sementara sisanya kalah. Tim polesan Zidane itu sementara tertinggal tujuh poin dari Real Sociedad di pucuk yang bermain 10 kali, tapi berpotensi tercecer jauh dari Atletico Madrid. Atletico yang berada di urutan kedua punya 23 poin dari hanya sembilan pertandingan, dan Los Colchoneros belum terkalahkan sejauh ini.
Jika tak segera kembali ke jalur positif, posisi Zidane diperkirakan bakal dievaluasi serius oleh Madrid. Saat ini nama Mauricio Pochettino bahkan sudah muncul sebagai kandidat pengganti.
Nah, tiga pertandingan ke depan, yang berat, berpotensi jadi penentu nasib Zinedine Zidane. Dua pertandingan di LaLiga adalah melawan Atletico Madrid dan Sevilla, sementara laga di Liga Champions melawan Gladbach tentu wajib dimenangi jika ingin lanjut.
Khusus di Liga Champions, Real Madrid pastinya tak ingin mencoreng nama besarnya dengan terhenti atau tergusur ke Liga Europa. Sebab mereka adalah raja Liga Champions, sang pemilik 13 titel juara.Nonton bola online
Link Alternatif: www.ayodepo.com