
ayodepo.com - Eks pemain Juventus, Claudio Marchisio, bicara soal situasi Miralem Pjanic di Barcelona. Dia menyarankan agar Barcelona lebih banyak memberi Pjanic kesempatan.
Pjanic meninggalkan Juventus dan gabung Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang internasional Bosnia & Herzegovina itu pindah ke Camp Nou dalam kesepakatan transfer yang melibatkan Arthur Melo.
Namun, Pjanic jarang jadi pilihan utama Ronald Koeman di Liga Spanyol. Pesepakbola berusia 30 tahun itu baru satu kali jadi starter dari total enam kali penampilan di Liga Spanyol. Secara keseluruhan, Pjanic baru dimainkan 11 kali di semua kompetisi musim ini. Dia justru selalu jadi starter dalam lima kali penampilannya bersama Barcelona di Liga Champions.Pasaran Bola
Claudio Marchisio, yang pernah jadi rekan satu tim Pjanic di Juventus pada 2016-2018, berharap Barcelona lebih sering memberi kesempatan main untuk eks pemain AS Roma itu. Marchisio yakin Miralem Pjanic tak akan mengecewakan Barcelona. Saya cuma tahu sedikit soal Arthur, tapi saya tahu banget Pjanic dan saya bisa bilang Barca merekrut seorang juara sejati, ujar Marchisio kepada Diario Sport. Mire memahami permainan seperti sedikit pemain di Eropa dan mengolah bola dengan cara spesial. Pjanic, tak diragukan lagi, adalah pemain Barcelona favorit saya saat ini, lanjut Marchisio.
"Kita bicara soal seorang teman, pemain hebat, orang yang spesial. Barca harus memberinya kesempatan, Anda tidak akan menyesalinya!"
Selama di Juventus pada periode 2016-2020, Miralem Pjanic jadi salah satu pilar di lini tengah Bianconeri. Dia tercatat memainkan 178 pertandingan bersama Si Nyonya Tua, mencatatkan 22 gol dan 41 assist.Berita bola terlengkap
Miralem Pjanic mulai mengeluh di Barcelona. Ia merasa belum diberi kesempatan tampil lebih banyak oleh pelatih El Barca, Ronald Koeman.
Pjanic resmi hijrah ke Camp Nou sewaktu Barcelona masih dilatih oleh Quique Setien, sebagai bagian pertukaran dengan Arthur Melo yang pindah ke Juventus. Gelandang 30 tahun itu belum sempat dilatih oleh Setien karena keburu dipecat dan digantikan Koeman.
Entrenador asal Belanda itu lebih mengutamakan Sergio Busquets dan Frenkie de Jong sebagai double pivot, khususnya di Liga Spanyol. Alhasil, jatah bermain Pjanic pun berkurang.
Musim ini, Pjanic sebetulnya sudah tampil 11 kali, dengan rincian 6 kali di Liga Spanyol dan 5 kali di Liga Champions. Namun hanya di ajang terakhir ia selalu diturunkan sebagai starter.
Sementara di LaLiga, hanya sekali ia turun sejak menit awal, yakni saat Barcelona dikalahkan Atletico Madrid 0-1. Ia bermain selama 83 menit kala itu. Sisanya, jatah bermainnya tak lebih dari satu babak. Atas dasar alasan itu, Pjanic mulai sedikit gerah. Ia ingin tampil sesering dulu.Promo deposit hingga 50%
"Sejujurnya, saya tak paham dengan alasan terkait situasi saya saat ini. Saya ingin bermain lebih sering, saya tahu saya bisa memberi kontribusi lebih," kata Pjanic kepada La Gazzetta dello Sport, dikutip Football Italia. Saat pelatih meminta saya bermain, saya selalu siap. Saya tampil bagus, permainan saya bagus. Lebih dari itu, saya tak tahu lagi apa yang bisa saya lakukan. Saya sudah berlatih, saya siap.
"Saya tak puas dan tak bisa puas. Selama karier saya, saya tak pernah terima jika tak dimainkan, begitu juga saat ini. Kita akan lihat nanti. Saya siap, saya sudah berlatih baik, dan saya tinggal menunggu. Tak ada lagi yang bisa saya lakukan. Ini adalah situasi sulit yang tak sesuai untuk saya," kata eks Lyon, AS Roma, dan Juventus itu.Nonton bola online
Link Alternatif: www.ayodpeo.com