
ayodepo.com - Masa depan Ole Gunnar Solskjaer dispekulasikan belakangan ini. Manchester United pun menegaskan dukungannya terhadap sang manajer.
Masa depan Solskjaer kembali dirumorkan setelah dua kekalahan beruntun dari Arsenal di Liga Inggris dan dari Istanbul Basaksehir di Liga Champions. Pada saat yang bersamaan, eks manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino muncul dan mengungkapkan kesiapannya untuk kembali bekerja.
Pochettino pun digadang-gadang jadi pengganti Solskjaer, bahkan rumor menyebutkan kalau manajemen MU sudah membuka kontak dengan pria Argentina tersebut. Buat Solskjaer, inkonsistensi MU jadi persoalan utama.
Di Liga Inggris, 'Setan Merah' masih tercecer di urutan 14 dengan baru mengumpulkan 10 poin dari tujuh laga. Paul Pogba dkk baru meraih tiga kemenangan, sekali imbang, dan menelan tiga kekalahan. CEO MU Ed Woodward memastikan klub tidak dalam posisi meragukan Solskjaer. Klub melihat tim mengalami progres dan berharap itu terus berlanjut.Pasaran Bola
"Di lapangan, sementara kerja keras masih dibutuhkan ke depannya untuk meraih konsistensi lebih baik, kami tetap sangat berkomitmen dengan jalur positif yang kami tempuh di bawah Ole karena tim terus berkembang," ungkap Woodward dikutip Sky Sports.
"Kami rindu bermain di depan para penggemar dan kami bersama-sama bekerja keras dengan badan-badan pemerintah dan otoritas terkait untuk memastikan bahwa para penggemar bisa kembali dengan aman sesegera mungkin," sambungnya.
Manchester United diminta untuk segera menemukan konsistensi. MU dinilai tak akan bisa terus-terusan hanya menunjukkan reaksi atas hasil buruk.
Performa MU di musim 2020/2021 masih naik-turun. Di Premier League, Setan Merah baru mencatatkan tiga kemenangan dalam tujuh laga. Sisanya, mereka sudah kalah tiga kali dan imbang satu kali. Akibatnya, MU terpuruk di peringkat ke-14 klasemen Liga Inggris. Marcus Rashford dkk baru mengumpulkan 10 poin dari tujuh pertandingan. Performa yang tak konsisten itu membuat MU dan Ole Gunnar Solskjaer beberapa kali dapat sorotan tajam. Terakhir, mereka dalam tekanan besar usai kekalahan beruntun dari Arsenal dan Istanbul Basaksehir.Berita bola terlengkap
Dua kekalahan tersebut bahkan membuat posisi Solskjaer dikabarkan terancam. Laga melawan Everton kemudian disebut-sebut bisa jadi penentu nasib manajer asal Norwegia itu. Namun, MU pada akhirnya kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Everton 3-1. Eks striker MU, Dimitar Berbatov, menilai MU tak boleh terus-terusan tampil bagus hanya ketika berada di bawah tekanan. Dia menuntut konsistensi dan mantan klubnya itu.
"Sepertinya United perlu berada di bawah tekanan untuk menampilkan performa yang bagus. Tapi Anda tidak bisa terus-terusan seperti itu, mereka tidak akan menang setiap kali tekanan menumpuk," ujar Berbatov kepada Betfair seperti dilansir Mirror. "Pada akhirnya, ini tidak akan berakhir bagus kalau mereka terus tidak konsisten. Tim perlu menemukan konsistensi dan tampil bagus dari laga ke laga."Promo deposit hingga 50%
Sejumlah hasil buruk yang didapat MU sempat membuat Solskjaer diklaim kehilangan dukungan di ruang ganti. Namun, Berbatov menepisnya dan meyakini kalau Solskjaer dan skuad MU masih saling percaya. Saya masih berpikir para pemain percaya kepada Solskjaer dan mereka menyukainya. Saya kira dia punya kepercayaan pemain dan mereka juga demikian, ucap Berbatov. Ada sesuatu yang salah dalam pertandingan ketika mereka kalah. Masalahnya buat saya adalah, kadang ketika mereka tidak memegang bola, mereka kurang pergerakan untuk mengejar dan merebut bola lagi.
"Meski demikian, secara keseluruhan saya percaya mereka masih main untuk manajer dan mereka saling menyukai. Tapi kadang itu tidak cukup dan ada di posisi ke-14 di klasemen itu tidak bagus untuk MU." Saya harap di laga berikutnya, melawan West Brom di Premier League, kita tidak akan lagi melihat penurunan performa. Kalau itu terjadi, maka kita akan bicara hal yang sama lagi," katanya.Nonton bola online
Link Alternatif: www.ayodepo.com