
ayodepo.com - Pelatih Belgia Roberto Martinez melihat Romelu Lukaku kini sangat matang sebagai pemain. Pengalaman tidak menyenangkan di Manchester United menumbuhkannya.
Lukaku gabung Manchester United pada awal musim 2017/2018 dari Everton, dengan nilai transfer 75 juta paun. Penyerang internasional Belgia ini tampil cukup apik di tahun pertama dengan mencetak 27 gol dari 51 pertandingan.
Tapi situasinya berubah di tahun kedua. Lukaku 'hanya' mampu bikin 15 gol di 45 penampilan seluruh kompetisi. Itu adalah catatan terburuknya sejak musim 2013/2014.
Di musim itu pula, Lukaku kehilangan kepercayaan dari Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Solskjaer lebih memprioritaskan Marcus Rashford dan Anthony Martial sebagai juru gedor tim, hingga akhirnya Lukaku dilepas ke Inter Milan pada awal 2019/2020.Pasaran Bola
Nah, bareng Inter, Lukaku langsung tokcer lagi. Pemain 27 tahun itu membuat 34 gol di 51 pertandingan pada tahun pertamanya, sementara musim ini sudah mencetak tujuh gol dari tujuh laga. Pengalaman di MU dinilai membuat Lukaku lebih kuat dan matang.
"Anda bisa melihat pemain ini melewati fase-fase, momen-momen bagus, momen buruk. Tapi yang sudah kita lihat pada Romelu Lukaku adalah dia tidak pernah kehilangan kualitasnya yang luar biasa, yakni mencetak gol-gol," ungkap Martinez kepada talkSPORT dikutip Football Italia.
"Sekarang kita sudah melihat kematangan yang sesungguhnya dalam permainannya. Masa yang dia jalani di Manchester United, dia saat itu begitu putus asa untuk memenangi trofi-trofi dan menanggung tanggung jawab yang besar di pundaknya, dan mungkin banyak disalahkan, yang mana di mata saya, itu sangat tidak adil."
"Tapi pergi ke Italia, dia ada dalam proyek baru, dia sudah mengambil tanggung jawab dan kesulitan-kesulitan di Inggris itu dengan cara yang bagus. Pemain yang kita lihat sekarang adalah pemain yang berada dalam momen kematangan terbaik dalam kariernya," sambung mantan bos Lukaku di Everton ini.Berita bola terlengkap
Romelu Lukaku ikut bersuara soal kondisi Christian Eriksen di Inter Milan. Menurutnya, pemain Denmark itu memiliki satu masalah krusial di Nerazzurri. Apa itu?
Eriksen sedang mengalami masa sulit di Inter. Sejak bergabung ke Giuseppe Meazza dari Tottenham Hotspur pada Januari 2020, dia belum menunjukkan kualitas terbaiknya di lapangan.
Total Eriksen telah tampil selama 33 kali di seluruh kompetisi dan baru membukukan empat gol dan tiga assist. Pada musim baru 2020/2021, gelandang 28 tahun tersebut belum mencetak gol atau assist sama sekali dari tujuh penampilannya di semua ajang.
Berbagai laporan menyebut Inter Milan bersedia melepas Christian Eriksen di bursa musim dingin mendatang, apabila ada tawaran yang cocok dari klub lain. Paris Saint-Germain, Real Madrid dan Arsenal kabarnya menjadi tim-tim yang berminat memboyongnya.Promo deposit hingga 50%
Situasi Eriksen yang tidak sesuai ekspektasi di Inter mendapat tanggapan dari rekan setimnya, Romelu Lukaku. Striker Belgia itu menyatakan bersedia membantu pemain jebolan Ajax Amsterdam tersebut menghadapi masa-masa sulit seperti ini.
Eriksen diakui Lukaku memiliki segala kualitas yang dimiliki seorang bintang, tapi terhalang masalah komunikasi dengan rekan setimnya. Oleh karena itu, dia menyarankan Eriksen untuk belajar bahasa Italia.
"Dia memiliki semua kualitas untuk menjadi juara dan saya ingin membantunya. Saya beruntung bisa beradaptasi dengan cepat," kata Lukaku, dikutip dari Football Italia.
"Jika dia belajar bahasa Italia, segalanya akan menjadi lebih mudah buat dirinya. Dia akan mampu berkomunikasi lebih baik dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk tim," demikian saran Romelu Lukaku kepada Christian Eriksen di Inter Milan.Nonton bola online
Link Alternatif: www.ayodepo.com