Gelandang yang Tak Beruntung, tapi Sukses Bawa Fulham Promosi ke Premier League

06 Aug 2020
Gelandang yang Tak Beruntung, tapi Sukses Bawa Fulham Promosi ke Premier League
ayomama.com - Fulham kembali promosi ke Premier League per musim 2020/2021. Si jenius Scott Parker menjadi faktor utama di balik keberhasilan tersebut. Ini menjadi momen pembuktian buat sosok yang dulunya digadang-gadang bakal geladang andalan Timnas Inggris, namun kariernya tak seberuntung mantan rekan setimnya di Chelsea, Frank Lampard.Agen Judi Online Terpercaya

 

Saat masih aktif bermain, Scott Parker merupakan satu di antara gelandang yang disebut-sebut akan menjadi langganan The Three Lions, menggantikan peran Paul Scholes atau Paul Gascoigne. Sayang, kariernya di level klub, termasuk saat berseragam Fulham, mentok di situ-situ saja.

 

Scott Parker adalah dirinya sendiri, dengan gaya bermainnya yang elegan serta perawakannya yang berwibawa. Tak seperti pemain lainnya pada generasinya dan berikutnya, tidak ada orang yang berani membandingkannya dengan Steven Gerrard atau Frank Lampard misalnya.Formulir Pendaftaran

 

Memulai karier sepak bola sejak 1997 hingga pensiun pada 2017, Scott Parker muda diharapkan bisa menjadi tulang punggung Timnas Inggris di masa mendatang jauh sebelum muncul nama Jordan Henderson. Klub-klub yang pernah ia bela juga tak sembarangan.Bonus Reward Ayowin

 

Selain pernah membela Fulham, Scott Parker juga dipercaya mengenakan seragam Newcastle United, Tottenham Hotspur, West Ham United, hingga Chelsea. Seragam tempur Timnas Inggris pun pernah 'ngepas' di badannya, walau tak sering.Berita Online Terpercaya

 

Dilansir dari Transfermarkt, Scott Parker tercatat membela Timnas Inggris sebanyak 18 kali. Ia juga merupakan pemain kepercayaan Roy Hodgson ketika Tim Tiga Singa berlaga di Piala Eropa 2012.

 

Pada 2003/2004, Chelsea membeli Scott Parker dari Charlton Athletic, klub masa kecilnya, dengan mahar mencapai 13 juta pounds. Transfer itu membuat publik Premier League mendadak heboh dan sontak mencapnya sebagai calon jenderal lini tengah Timnas Inggris.Pasaran Bola Terpercaya

 

Klaim tersebut makin ketara tatkala pada 2004, Scott Parker mendapatkan penghargaan PFA's Young Player of the Year. Sayangnya, ia berada satu klub dengan Frank Lampard. Sinarnya pun kalah terang mengingat usia keduanya tak terlampau jauh.

 

Alih-alih menjadi pilar penting di lini tengah, Scott Parker seakan tak seberuntung Frank Lampard yang membuatnya jarang mendapatkan kesempatan bermain secara reguler. Ia lantas memilih pindah ke Newcastle United semusim berikutnya.History Togel Terupdate

 

 

 

Link Alternatif - www.ayomama.com