Dries Mertens Minta Maaf Untuk Maradona

27 Nov 2020
Dries Mertens Minta Maaf Untuk Maradona

ayodepo.com - Pemain Napoli, Dries Mertens merasa begitu kehilangan usai meninggalnya Diego Maradona. Ia meminta maaf karena telah 'menghapus' nama El Diego dari rekor pencetak gol klub asal kota Naples itu. Napoli memberikan penghormatan untuk Maradona yang baru saja tutup usai. Seluruh pemain Il Partenopei sebelum laga kontra Rijeka di ajang Liga Europa, Jumat (27/11/2020) mengenakan jersey nomor 10 Maradona yang dikenakannya bersama tim asal Naples ini.
Pertandingan Napoli vs Rijeka ini dilangsungkan bersamaan dengan pemakaman Maradona di Buenos Aires. Skuad Genarro Gattuso berhasil mempersembahkan kemenangan 2-0 untuk mendiang Maradona.
Sosok Maradona begitu melegenda Napoli dan kota Naples karena sukses mengangkat prestasi klub saat bermain di sana pada rentang 1984-1991. Ia berhasil mempersembahkan dua gelar Scudetto untuk Napoli.Pasaran Bola


Mertens mengatakan bahwa momen saat mengenakan jersey Maradona sebelum laga begitu berat untuknya. Ia sedih impiannya memakai jersey nomor 10 Napoli justru terwujud saat idolanya pergi untuk selamanya. Ia juga meminta maaf telah 'menghapus' nama Maradona dari rekor pencetak gol terbanyak Napoli. Mertens saat ini menjadi pencetak gol terbanyak Napoli dengan torehan 128 gol. Ia melewati catatan El Pibe de Oro yang membuat 115 untuk klub di selatan Italia tersebut.
"Ini adalah momen yang mengerikan bagi saya. Saya hanya bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka yang telah melewatkan waktunya untuk Napoli," ujar Mertens kepada Sky Sport Italia.
"Dia membuat pengaruh yang besar di kota ini dan untuk semua orang di selatan Italia. Saya ingin tetap positif, dan fokus pada ingatan tentang seorang pria dengan senyumnya yang mencintai sepak bola." Saya minta maaf kepadanya karena nama saya disejajarkan dengannya itu tidaklah tepat. Dia akan selalu senantiasa unik. Sulit untuk mengenakan seragam itu. Dalam beberapa kesempatan, ini adalah mimpi saya, tapi bukan di saat yang seperti ini juga," jelas pria asal Belgia ini.Berita bola terlengkap


Diego Maradona abadi, setidaknya di sepakbola, atas warisan-warisan dan pengaruhnya. Ia juga bukan tanpa cela, khususnya di urusan luar lapangan. Diego Maradona meninggal dunia di usia 60 tahun pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Legenda sepakbola itu mengembuskan napas terakhir akibat henti jantung. Di lapangan hijau, warisan dan pengaruhnya masih terasa hingga kini kendati ia sudah pensiun dari sepakbola profesional pada 1997. Bukan tanpa alasan ketika salah satu pemain terbaik dunia saat ini, Lionel Messi, masih dan bukan tak mungkin akan selalu dibandingkan dengan Maradona. Namun Maradona juga bukannya tanpa cela. Jika di lapangan hijau kasus gol Tangan Tuhan masih bisa dilihat sebagai kecerdikan seorang yang genial, problemnya di luar lapangan tak seenteng itu. Seperti diketahui ia cukup kesulitan mengatasi kecanduannya akan obat-obatan terlarang dan alkohol. Mantan pemain Barcelona dan Napoli itu juga sempat tersangkut kasus kekerasan terhadap kekasihnya.Promo deposit hingga 50%


Mantan pemain tim nasional Argentina Osvaldo Ardiles menyebut perjalanan hidup Diego Maradona menghadirkan tantangan yang sangat tidak mudah. Maradona sudah menjadi pusat perhatian sejak usia sangat belia dan itu menjadi kesulitan tersendiri untuknya.
"Menjadi Diego Maradona itu luar biasa indah. Tapi di sisi lain, tidak mudah sama sekali. Sejak di usia sangat muda, dia menjadi subjek media sepanjang waktu," ungkap mantan rekan setim Maradona di Argentina itu kepada BBC.
"Dia tidak menjalani masa kecil yang normal, dia tak pernah punya masa-masa remaja yang normal. Semua orang ingin bersamanya, semua orang menginginkannya, jadi itu luar biasa sulit," imbuh Ardiles, yang menjuara Piala Dunia 1978.
Dan tentunya untuk saat ini, dunia sepakbola merasa kehilangan sosok pemain yang menjadi legenda bagi rakyat Argentina khususnya dan dunia sepakbola pada umumnya. Selamat jalan sang legenda sepakbola dunia.Nonton bola online


 


 


Link Alternatif: www.ayodepo.com