:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3080177/original/079110100_1584540678-Bruno_Fernandes_05.jpg)
ayodepo.com - Bruno Fernandes menegaskan ambisinya bergabung Manchester United demi trofi. Fernandes meyakini, MU punya mentalitas untuk menjuarai Liga Inggris.
Setan Merah terakhir kali memenangi Premier League pada musim 2012/13, musim terakhir Sir Alex Ferguson menjadi manajer. Sejak saat itu, MU cuma tiga kali finis empat besar dan kesulitan menjadi penantang serius gelar juara.
Begitupun dengan musim ini. Man United bahkan sudah tiga kali kalah dalam tujuh pertandingan pertama. Alhasil, pasukan Ole Gunnar Solskjaer itu terdampar di urutan 14 klasemen sementara dengan perolehan 10 poin dalam tujuh laga, tertinggal delapan poin dari Leicester City di puncak yang sudah bermain delapan kali.
Performa kurang meyakinkan yang diperlihatkan MU mengundang sederet kritik pedas, termasuk dari para mantan pemainnya sendiri seperti Roy Keane dan Paul Scholes. Tidak sedikit yang berpendapat, materi skuad MU memang tidak cukup bagus untuk bersaing.
Bruno Fernandes langsung menjadi hit di MU setelah digaet dari Sporting CP. Fernandes mengatakan, klub sekaliber MU tidak seharusnya berlama-lama puasa gelar juara.Pasaran Bola
"Bagiku tidak masalah tentang tim-tim lain, orang-orang bisa bilang bahwa mereka lebih baik daripada kami, mereka memiliki starting XI yang lebih baik daripada kami, pemain-pemain yang ada di bangku cadangan lebih baik, orang-orang bebas mengatakan apa yang mereka pikirkan, aku tidak peduli," ceplos Fernandes di UTD podcast, yang dikutip Sky Sports.
"Bagiku, aku datang ke Manchester untuk memenangi trofi. Anda bermain untuk salah satu klub terbesar di dunia. Klub ini sudah membuat sejarah di masa lalu, sebuah sejarah yang menakjubkan."
Buat klub seperti Manchester United, sudah lama sejak kami memenangi Premier League. Terlalu lama, kupikir. Jadi Anda harus memiliki pemikiran -- seluruh pemain, seluruh staf -- kami di sini untuk menang. Dan kurasa kami memiliki mentalitas itu, simpul Bruno Fernandes.Berita bola terlengkap
Bruno Fernandes kini dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di sepakbola. Tapi ternyata ia bisa saja menjalani karier di posisi yang lain.
Karier Bruno Fernandes semakin menonjol sejak bergabung dengan Manchester United pada Januari 2020 lalu. Sejak dibeli dari Sporting senilai 47 juta paun, gelandang 26 tahun itu sudah tampil 33 kali dengan kontribusi 18 gol dan 13 assist.
Kehadiran Fernandes mengangkat performa MU secara signifikan musim lalu, hingga mampu finis di posisi tiga Liga Inggris. Pemain internasional Portugal itu jadi idola baru di lini tengah 'Setan Merah' menyusul redupnya Paul Pogba di musim tersebut.
Tapi ternyata Fernandes bisa saja berkarier di posisi lain, bukan gelandang seperti saat ini. Ia mengawali karier dengan bermain sebagai bek, hingga akhirnya memutuskan tak mengikuti saran sang pelatih untuk lanjut menekuni posisi itu.
"Saya bermain sebagai bek tengah di sebagian besar waktu, ketika saya memulai bermain sepakbola, sebagai bek tengah atau bek kanan. Saya senang bermain sebagai bek tengah karena saya agresif pada saat itu, saya adalah pemain yang ingin melakukan tekel dan segalanya," ungkapnya dalam UTD Podcast, seperti dilansir Manchester Evening News. Sebagai bek tengah, saya adalah pemain yang diberi kebebasan, pemain yang bersiap untuk mengikuti para sayap kalau bek kanan belum kembali dan semacam itu. Saya sangat bagus saat itu, saya punya pelatih yang bilang 'Kalau kamu mau jadi pemain top, kamu akan perlu bermain sebagai bek tengah. Kalau ingin jadi pemain yang bagus saja, kamu akan jadi gelandang'.Promo deposit hingga 50%
"Saya rasa dia salah saat itu, tapi mungkin sebagai bek tengah saya juga bisa jauh lebih bagus lagi, entahlah! Pada saat itu sih saya tak mau bermain di sana, tapi semua orang bilang saya bek yang bagus, mereka bilang saya cerdas, menutup sisi-sisi permainan," imbuhnya. Dari bek, Bruno Fernandes tak langsung jadi gelandang. Ia sempat juga bermain sebagai penyerang. Dari sana ia kemudian menemukan jalan untuk jadi gelandang serang seperti sekarang ini.
"Pada satu titik, saya punya kesempatan untuk masuk tim yang setahun lebih tua dari saya dan saya bilang ke pelatihnya, saya tak mau bermain di jantung pertahanan lagi. Tapi kalau saya bakal dimainkan di sana, saya lebih memilih kembali dan bermain sebagai gelandang dengan anak-anak seusia saya," sambung Fernandes.
"Tapi ketika saya gabung tim itu, pelatih melihat daftar pemain dan karena beberapa orang masih liburan, dia bilang, 'Wah, kita tidak punya striker.' Dan saya seketika bilang 'Saya penyerang!'. Dia bilang, 'Lho, saya pikir kamu bek tengah' dan saya jawab 'Tidak, saya tidak bermain di sana lagi, saya striker sekarang!'"
"Jadi dia memberikan satu percobaan di latihan, saya mencetak dua gol dan dia bilang 'Oke, kamu bisa jadi striker'. Lalu dia memainkan saya sebagai striker di satu laga, kemudian di laga kedua saya jadi semacam false 9 dengan dua penyerang, dan setelah itu saya mundur ke peran nomor 10 dan nomor 8," kata bekas pemain Udinese dan Sampdoria ini.Nonton bola online
Link Alternatif: www.ayodepo.com