Bagaimana Cerita di Balik Nama Besar Adidas.

16 Jun 2020
Bagaimana Cerita di Balik Nama Besar Adidas.
Bagaimana Cerita di Balik Nama Besar Adidas.

Dimulai dari ruang cuci hingga menaklukkan dunia. Dalam proses tersebut, pencapain-pencapaian besar diraih, dan terkadang berjuang keras untuk meraih tujuan. Kami telah melakukan yang terbaik. Kami terus tumbuh dan berkembang. Melihat jauh ke depan, tidak membuat kami lupa dari mana semua ini berasal. Ini adalah cerita kami. Bandar Judi Bola Terpercaya

Sejarah Pabrik Sepatu Adidas
1900 – 1949 SEJARAH ADIDAS PADA TAHUN-TAHUN AWAL
Setiap cerita besar pasti memiliki permulaan. Sejarah Adidas berawal dari kota kecil di Bavaria, Jerman. Setelah langkah pertama di ruang cuci sang Ibu, Adi Dassler mendaftarkan “Gebrüder Dassler Schuhfabrik” di tahun 1924 dan memulai misinya untuk mempersembahkan perlengkapan terbaik untuk atlet. Medali emas di Amsterdam (1928, Lina Radke) dan Berlin (1936, Jesse Owens) menjadi raihan prestasi dan batu loncatan pertama, sekaligus awal dari cerita kami.

1949 – SANG PENDIRI
Pada tanggal 18 Agustus 1949, Adi Dassler memulai kembali semua saat dia berusia 49 tahun, mendaftarkan “Adi Dassler Adidas Sportschuhfabrik” dan bekerja bersama 47 pegawai di kota kecil bernama Herzogenaurach. Pada hari yang sama, dia mendaftarkan sepatu sekaligus menyertakan Adidas 3-Stripes yang kemudian menjadi lambang paling dikenal di sejarah Adidas. Dari awal yang sederhana menuju kesuksesan global – yang didukung pula oleh keajaiban. Promo Menarik

1954 – KEAJAIBAN DI BERN
Siapa yang meyangka bahwa screw-in stud (stud dengan bentuk mirip sekrup) pada sepatu bola yang ringan akan dapat mencatatkan sejarah? Saat tim nasional Jerman berhadapan dengan Hungaria yang belum terkalahkan di final Piala Dunia tahun 1954, mereka memenangkan lebih dari sekedar tropi. Kemenangan luar biasa mereka akan terus bergaung hingga beberapa dekade selanjutnya. Hal ini menjadikan cacatan baru sejarah Adidas dan pendirinya dikenal di seluruh dunia dalam bidang sepak bola. Kontak Agen Judi Terpercaya

1958 – REEBOK: CALON SAUDARA DARI TEMPAT YANG JAUH
Dua saudara bekerja sama untuk mempersembahkan yang terbaik bagi atlet. Terdengar familiar? Cerita ini dimulai dari lokasi lainnya, jauh dari Herzogenaurach. Ketika Adidas terus berkembang setelah keajaiban yang terjadi di tahun 1954, dua pria Inggris bernama Joe dan Jeff Foster memberikan nama baru yaitu Reebook pada perusahaan kakek mereka “J.W. Foster and Sons” (yang didirikan tahun 1895). Jangan khawatir, kami akan membahasnya lebih jauh lagi di bagian selanjtunya. Bandar Judi Terbesar

1967 – PAKAIAN MENUNJUKKAN IDENTITAS ANDA
Apa arti sebuah nama? Hasilnya luar biasa jika Anda menggunakan nama seorang “Kaiser”. Saat debutnya, model tracksuit Franz Beckenbauer menjadi produk pakaian pertama Adidas sekaligus membuka lini bisnis baru bagi perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai produsen sepatu ini.

1968 – 1970 KEPERCAYAAN DARI PARA ATLET
Bagaimana kami bisa terus mendapatkan kepercayaan dari para atlet kelas dunia selama bertahun-tahun? Memproduksi produk Adidas yang inovatif untuk memaksimalkan performa para atlet. Ada sentuhan personal dalam rahasia sukses Adi Dassler: dia bertemu langsung dengan para atlet (beberapa di antaranya bahkan mengunjungi Herzogenaurach), mendengarkan apa yang mereka katakan dengan seksama dan melakukan observasi secara konstan mengenai hal apa saja yang bisa ditingkatkan atau bahkan menciptakan hal baru untuk memenuhi kebutuhan mereka. Atlet-atlet terbaik memberi kepercayaan pada Adidas dan pendirinya sejak awal, dan hal itu tidak akan berubah seiring berjalannya waktu. link alternatif: www.ayomama.com

Sejarah Bola Adidas - 1970
1970 – SATU BOLA UNTUK SEMUA
Sepatu untuk peraih medali emas? Sudah. Pakaian yang mencatatkan rekor baru? Sudah. Sekarang, bagaimana jika kita beralih ke sesuatu yang tak kalah menarik? Tentu saja. Pada tahun 1970, Adidas merajai cabang industri produk olahraga lainnya, mempersembahkan bola sepak resmi, TELSTAR, untuk FIFA World Cup™ tahun 1970. Seperti nama besarnya TELSTAR, bola ini didesain untuk meningkatkan visibilitas di Televisi Hitam Putih. Menjadi permulaan dari kerja sama besar, di mana Adidas menjadi produsen tetap Bola Pertandingan Resmi dalam FIFA World Cup™ di tahun-tahun berikutnya.

1972 – TREFOIL DAN IDE TENTANG OLIMPIADE
Pada tahun 1972, seluruh perhatian dunia tertuju pada Jerman Saat pembukaan Olimpiade di Munchen. Tepat dalam perhelatan akbar tersebut, Adidas memperkenalkan logo baru yang kini menjadi salah satu ikon: Trefoil, yang kemudian menjadi simbol produk-produk performa olahraga. Kini, koleksi produk Adidas Originals mewakili lifestyle dan streetwear. Perubahan mungkin tidak dapat dihindari, namun Adidas dengan trefoil tetap menghasilkan produk-produk terbaik.

Kemenangan Olimpiade Sejarah Sepatu Adidas
1972 – 1978 MENJADI AHLI DALAM MEMPRODUKSI PERLENGKAPAN UNTUK BERBAGAI CABANG OLAHRAGA
Dari Herzogenaurach ke berbagai penjuru dunia: 3-Stripes terus berkembang untuk memproduksi lebih banyak produk untuk berbagai cabang olahraga di tahun-tahun berikutnya. Hal ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya kepercayaan yang diberikan oleh para atlet dari berbagai cabang olahraga: selain atlet langganan seperti pemain bola terbaik dunia, contohnya para pemain timnas Argentina, ada juga atlet outdoor ikonis, Reinhold Messner yang mendaki gunung dengan sepatu Adidas, serta atlet gimnastik, Nadia Comaneci yang berkali-kali mencatatkan nilai 10 sempurna.

1978 – MENINGGALNYA SANG AHLI PEMBUAT SEPATU
Adi Dassler meninggal pada tanggal 6 September, hanya beberapa bulan menjelang ulang tahunnya yang ke-78. Sebagai individu, dia memiliki peran besar dalam merombak industri produk olahraga, menciptakan standar baru serta mewariskan perusahaan yang berkembang dengan pesat. Akhir dari satu era Dassler menjadi permulaan bagi para penerusnya: Anak laki-laki Adi, yaitu Horst, dengan bantuan dari ibunya, Käthe, mengambil alih – dan yang paling penting – dia terus melakukan inovasi dalam hal pemasaran di bidang olahraga yang modern.

1982 – 1989 CALON SAUDARA YANG MENEMUKAN JALANNYA – PERGERAKAN BISNIS REEBOK
30 tahun setelah Joe dan Jeff Foster mengubah nama perusahaan kakek mereka, Reebok siap menjadi pemimpin pasar. Setelah tren fitness menjadi booming, wanita di seluruh dunia memakai Reebok Freestyle saat berolahraga, sedangkan seorang profesional dalam bidang fitness, Gin Miller menjadi ikon Step Reebok. Dan bukan hanya itu: Inovasi THE PUMP dirilis pada tahun 1989 dan mencatatkan Reebok sebagai nama besar dalam kategori olahraga lainnya.

Sejarah Adidas 1984
1984 – KOMPUTER DI SEPATU ANDA
Terdengar seperti hal yang wajar di masa kini, namun di era 80-an, komputer bukan bagian dari desain sepatu atau bahkan tidak mungkin ditempatkan di sepatu. Hal itu tidak menghalangi Adidas untuk melakukannya. Inovasi masa depan, sepatu Micropacer dilengkapi dengan alat yang kini dikenal sebagai miCoach yang dapat menampilkan statistik performa para atlet.

Sejarah Adidas 1986
1986 – PERPADUAN SENI DAN OLAHRAGA
Grup hip hop yang bermarkas di Amerika Serikat, Run DMC pernah merilis “my Adidas”, lagu top tentang kerja keras seseorang di lingkungan bermasalah dan antusiasme sejati terhadap sepatu sneaker mereka. Adidas sendiri baru saja mengetahui tentang lagu ini saat grup music ini mengangkat sepatu 3-Stripes selama konser di depan 40.000 penggemar – salah satu penonton konser ini adalah karyawan Adidas. Lagunya meledak, kemudian Run DMC dan Adidas menjadi mitra unik yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Perpaduan antara seni dan olahraga ini tidak hanya mencetuskan tren street fashion yang tak lekang oleh waktu, namun juga menandai munculnya promosi produk nonatletik dalam industri produk olahraga. link alternatif: www.ayomama.com

1987 – AKHIR DARI BISNIS KELUARGA
Kematian mendadak Horst Dassler di tahun 1987, dua tahun sepeninggal ibunya, Käthe, menjadi saat-saat yang sulit bagi Adidas. Setelah keluarga Dassler tidak lagi menangani perusahaan, kepemimpinan sempat berganti-ganti dan terdapat keputusan strategis yang kurang matang sehingga menyebabkan kerugian besar dalam sejarah di tahun 1992 dan hampir membuat perusahaan bangkrut. Namun siapa yang tidak menyukai cerita kebangkitan suatu perusahaan?

1993 – BOS BARU SANG PERUSAHAAN RAKSASA
Robert Louis-Dreyfus. CEO yang baru membuat hal mustahil terlihat mudah untuk diatasi. Bersama dengan koleganya Christian Tourres, dia sangat memahami bahwa Adidas yang hampir saja bangkrut tidak perlu dirombak, hanya perlu arahan baru. Dia mengubah sang perusahaan raksasa yang dulunya berfokus pada penjualan menjadi berfokus pada pemasaran dan mengembalikan perkembangan pesat dalam sejarah Adidas. Pada tahun 1995, enam tahun setelah menjadi korporasi, bisnis Adidas dibuka untuk publik dan slogan pemasaran barunya: “We knew then, we know now” melengkapi kembalinya sang raksasa di bidang olahraga.

Sejarah Adidas 1989-1994
1989 – 1994 INOVASI TIADA HENTI
Ketika perusahaan masih mengalami kesulitan keuangan, tim pemasaran yang baru memfokuskan Adidas pada hal yang telah diketahui sejak lama: meningkatkan performa atlet. Beberapa dari inovasi-inovasi produk Adidas yang paling terkenal, misalnya Torsion (1989), konsep Equipment (1991), Streetball campaign (1992), dan sepatu bola Predator (1994), lahir dalam era dan tercatat di sejarah Adidas ini.

1997 – ANGGOTA TIM BARU – SALOMON BERGABUNG
Kembali ke jalur kesuksesan, Adidas menambahkan anggota baru ke timnya. Melalui akuisisi Salomon Group dan brand-nya Salomon, TaylorMade, Mavic, dan Bonfire, perusahaan ini lalu mengubah namanya menjadi Adidas-Salomon AG.

1998 – HOME SWEET HOME
Pada tahun yang sama ketika saham perusahaan diterima di DAX, indeks bursa saham yang terdiri dari 30 perusahaan terbesar di Jerman, Adidas-Salomon AG berkomitmen pada bisnis dasarnya dan berpindah ke markas baru tepat di luar Herzogenaurach. “World of Sports”, adalah bekas pangkalan militer AS yang diubah menjadi Adidas campus, terus diperbarui, dikembangkan, dan menjadi lebih modern selama beberapa tahun sebagai tempat berkembang perusahaan dan karyawannya.

Sejarah Pindah Markas Perusahaan Adidas

2001 – BOS YANG INOVATIF
Herbert Hainer menjadi CEO baru dari Adidas-Salomon AG dan, bersamanya, perusahaan lebih berfokus lagi pada inovasi. ClimaCool (2002), adizero (2004), dan sepatu bola F50, dirilis tepat pada FIFA World Cup™ tahun 2006 di Jerman, menjadi produk top di pasaran – seperti halnya kesuksesan sang CEO baru. Herbert Hainer memimpin perusahaan dalam meraih prestasi-prestasi selanjutnya.

2000s – ABAD BARU, DIVISI BARU
Abad baru dimulai, Adidas kembali melahirkan inovasi-inovasi. Selain menawarkan produk yang mendukung performa olahraga, Adidas adalah yang pertama memperkenalkan segmen lifestyle baru, berfokus pada streetwear yang terinspirasi dari perlengkapan olahraga. Di tahun-tahun berikutnya, kemitraan baru dengan Yohji Yamamoto (2002) dan Stella McCartney (2004) terlahir bersama label kenamaan seperti Y-3 (2003) dan Porsche Design Sport (2007).

2004 – MUSTAHIL? ITU HANYA SEBUAH ALASAN.
Pada salah satu marketing campaign yang paling mengesankan, Adidas memberi kesempatan pada atlet-atlet besar seperti David Beckham, Haile Gebrselassie, Muhammad serta Laila Ali untuk menghadapi ketakutan, kegagalan, dan tantangan semata untuk membuktikan bahwa, impossible is nothing. Slogan ini memiliki makna bahwa siapa pun dapat meraih tujuannya selama ia terus berusaha.

Moto Sejarah Adidas
Sejarah Akuisisi Reebok Oleh Adidas
2006 – SALOMON MENINGGALKAN TIM, REEBOK BERGABUNG
Satu tahun setelah Adidas dan Salomon berpisah, yang kemudian diikuti oleh brand-nya (tidak termasuk TaylorMade) yang dijual ke Amer Sports, kemuadian dalam sejarah Adidas mengakuisisi Reebok, termasuk brand Rockport dan Reebok-CCM Hockey, dan menggabungkan dua perusahaan dunia yang paling disegani dan dikenal dalam industri produk olahraga. Di bulan Juni, nama perusahaan diubah menjadi Adidas AG.

2009 – 2012 MENEMUKAN MITRA BARU
Ketika Anda sudah mencapai titik puncak, bagaimana agar bisa lebih baik lagi? Anda terus berlatih. Atau bergabung bersama seseorang yang dapat melengkapi Anda dan kelebihan Anda.

Pada tahun 2011, Adidas mengakuisisi produsen spesialis perlengkapan outdoor, Five Ten. TaylorMade pertama kali membeli perusahaan golf Ashworth di tahun 2009 lalu tiga tahun kemudian, perusahaan perlengkapan golf, Adams Golf – sehingga perusahaan menjadi semakin kuat di tahun-tahun berikutnya.

2011 – WHAT BELONGS TOGETHER COMES TOGETHER
Dari lapangan pertandingan ke catwalk dan dari stadion ke streetstyle. Brand Adidas menawarkan apparel dan footwear untuk berbagai macam olahraga, fashion, dan style, untuk atlet atau fashionista. Dan pada tahun 2011, Adidas memadukan sport, street, dan style untuk pertama kalinya dalam satu campaign untuk menunjukkan pada dunia bentuk upaya yang maksimal, menyeluruh, mengesampingkan ego. “all in” (dipersembahkan oleh Lionel Messi, David Beckham, Katy Perry, dan Derrick Rose) mengacu pada ide bahwa, tidak peduli apa pun tujuan atau tantangan Anda, Anda harus melakukan usaha semaksimal  mungkin untuk meraih kesuksesan besar.

2011 – REEBOK BERFOKUS KEMBALI PADA BIDANG FITNESS
Jika telah mendarah daging, kenapa harus mengubahnya? Setelah Reebok mendominasi tren fitness dan aerobics di tahun 1980-an melalui terobosan produk dan pemasaran, perusahaan ini menandatangani perjanjian jangka panjang dengan CrossFit, program pelatihan fisik dan kebugaran di tahun 2011. Dua tahun kemudian, giliran kategori olahraga studio seperti Yoga, Dance, dan Aerobic, dengan demikian Reebok telah kembali ke jalur awalnya sebagai brand fitness terbaik di dunia.

2013 – INOVASI BERKELANJUTAN
Olahraga lari dapat mengubah apa pun. Olahraga lari memiliki pengaruh yang besar. Sejarah menunjukkan bukti-bukti nyata. Adidas memperkenalkan sepatu running Energy Boost yang dilengkapi teknologi material bantalan terbaru. Dibuat dalam kerja sama dengan perusahaan bahan kimia asal Jerman, BASF, material baru ini mengombinasikan manfaat kontradiktif dari sifat bantalan yang lembut dan responsif untuk menghasilkan pengalaman lari yang baru dan berbeda.

2015 – CREATING THE NEW
Pada bulan Maret 2015, rencana strategi bisnis untuk lima tahun ke depan diumumkan. ‘Creating the New’ (menciptakan hal baru) adalah strategi dan prinsip yang mengantarkan Adidas ke masa depan. Perusahaan berupaya penuh untuk menginspirasi dan memungkinkan orang-orang untuk memanfaatkan olahraga di dalam kehidupan mereka. Strategi tersebut mengubah kompetensi perusahaan di bidang olahraga dalam bentuk streetwear dan fashion, karena olahraga merupakan prinsip dan gaya hidup. Segala hal yang dilakukan selalu berasal dari konsep olahraga. Karena sepatu kulit bukan merupakan inti dari strategi tersebut, 2015 menjadi tahun dilepasnya brand Rockport. Hal ini membuat perusahaan dapat mengurangi kompleksitas dan berfokus pada brand Adidas dan Reebok. Brand ini terhubung dengan konsumen; karena itu, kesuksesannya menjadi kunci strategi ini. Melalui Creating the New, brand menjadi lebih dekat dengan konsumen dibandingkan sebelumnya. Untuk mencapai hal ini, rencana perusahaan berfokus pada tiga pilihan strategis:

Kecepatan: Menjadi perusahaan pertama dengan sistem bisnis yang cepat – cepat dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan cepat dalam menentukan keputusan internal.
Kota-kota kunci: Enam kota kunci untuk berbagi ide, pasar, dan tren yaitu: New York, Los Angeles, Shanghai, Tokyo, London, dan Paris.
Open Source: Menjadi perusahaan pertama yang mengundang atlet, konsumen, dan mitra untuk menjadi bagian dari brand.

2016 – PEMIMPIN DENGAN VISI DIGITAL
Setelah 15 tahun, Herbert Hainer menyerahkan posisi CEO kepada Kasper Rorsted pada bulan Oktober 2016. Kasper Rorsted melakukan transisi ke Adidas setelah memimpin perusahaan consumer goods dari Jerman, Henkel, selama delapan tahun. Pria asal Denmark ini diterima dengan baik oleh para karyawan, media, dan investor. Ketika industri fashion dan sportswear terus berevolusi bersamaan dengan bidang kesehatan dan fitness yang menyatu dengan konsep lifestyle, Rorsted mulai membawa perusahaan pada kesuksesan baru dalam era digital, yang dibangun dari strategi yang sebelumnya telah dibuat, yaitu ‘Creating The New’.

2017 – FOKUS PADA KOMPETENSI UTAMA
Dengan dilepasnya brand hoki, CCM, dan brand golf, TaylorMade, Adams Golf, serta Ashworth, perusahaan semakin memantapkan kontribusi pada strategi “Creating the New” dan berfokus pada kompetensi kunci di bidang footwear dan apparel bersama brand utama, yaitu Adidas dan Reebok, yang melengkapi cerita sejarah Adidas hingga saat ini.